Road To College Life (Pt.2) : Hai, SBMPTN!

Pengalamanku menghadapi SBMPTN jauh lebih mengesankan daripada menghadapi SNMPTN.

Mengapa?

Karena di jalur SBMPTN ada ujian tertulis yang harus kuhadapi sendiri, di sebuah ruangan, bersama orang-orang yang tidak kukenal, orang-orang yang mungkin saja memilih pilihan yang sama denganku dan secara tidak langsung berniat untuk bersaing denganku.

Pada tes SBMPTN, saya mengisi ketiga kolom pilihan program studi:

  1. Teknologi Informasi (S1), Universitas Sumatra Utara.
  2. Ilmu Komputer (S1), Universitas Sumatra Utara.
  3. Arsitektur (S1), Universitas Sumatra Utara.

Setelah resmi mendaftar, aku sempat panik karena banyak yang mengatakan tidak boleh memilih tiga program studi di universitas yang sama. Berulang kali kucoba mencari tahu dari pengalaman orang lain yang mereka sebarkan di blog masing-masing, tapi aku tidak mendapat jawaban yang pasti. Beberapa temanku mengatakan tidak masalah untuk memilih tiga prodi di universitas yang sama, sedangkan yang lainnya bilang hal tersebut tidak sesuai ketentuan.

Setelah lelah memikirkan tentang pilihanku yang memungkinkan usahaku mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN sia-sia, kuputuskan untuk berpegang pada prinsip

rezeki tak akan tertukar

dan terus berdoa serta menyiapkan bekal untuk hari ujian tertulis.

Biaya untuk mengikuti seleksi SBMPTN ketika itu adalah Rp100.000,00. Ketika itu aku membayar langsung di teller bank BNI dengan membawa slip pembayaran biaya seleksi SBMPTN yang kuperoleh setelah mendaftar secara online.

Ujian tertulis diadakan pada tanggal 9 Juni 2015 pukul 7 pagi. Perlengkapan yang harus saya bawa pada hari itu:

  1. Kartu tanda peserta
  2. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi dan tanda lulus asli (sebenarnya cukup membawa salah satu, hanya saja untuk berjaga-jaga kubawa keduanya)
  3. Pensil 2B dua buah, penghapus, dan peraut.

Pada hari ujian tertulis itu, jalan Dr. Mansyur, di mana kampus USU terletak, sangat macet. Jika melihat sekeliling, tidak ada yang perlu bertanya-tanya. Wajah-wajah penuh tekad dengan bermacam ekspresi memenuhi jalan. Ketika itu aku berharap dapat mengendarai sepeda motor agar dapat tiba di lokasi ujian tepat waktu.

Aku juga sempat cemas karena banyak sekali yang memakai kemeja putih dan celana/rok hitam sedangkan aku memakai kemeja putih biru dan celana jeans.

Tidak ada yang mengatakan harus pakai kemeja putih dan celana/rok hitam, kenapa mereka semua pakai?

pikirku. Karena jalanan sangat macet sehingga tidak mungkin aku kembali ke rumah untuk mengganti pakaian, aku maju terus dan mengabaikan kecemasanku.

Lokasi ujian sudah tertera di kartu ujian. Ketika itu aku ditempatkan di Fakultas Teknik USU Lt.III Ruang 22.  Celakanya di kartu ujian tidak diberitahu di bangunan Fakultas Teknik mana tepatnya Ruang 22 itu. Untung saja sehari sebelum hari H aku ke lokasi ujian. Fakultas Teknik USU terdiri atas beberapa bangunan yang terpisah.

Tiap program studinya memiliki gedung sendiri yang berjarak lumayan jauh satu sama lain jika ditempuh dengan jalan kaki dengan ketersediaan waktu yang sedikit. Bayangkan saja bila harus bertanya-tanya di gedung mana lokasimu mengikuti ujian pada hari H. Di hari seperti itu, persiapan yang matang sangat menentukan.

Ujian pertama adalah TKD SAINTEK. Soal matematikanya cukup membuatku tersenyum pahit dan subjek ini yang paling sedikit kujawab, hanya 4 soal. Jika dibandingkan dengan peserta lain, jawabanku cukup sedikit karena aku hanya menjawab yang aku yakin 100% benar atau 80% benar.

Menurutku TKPA cukup mudah. Ketika itu aku berharap nilai TKPA-ku cukup membantuku untuk lulus.

Hasil seleksi diumumkan pada 9 Juli 2015 pukul 17.00 WIB. Sekitar pukul 17.05 WIB, Bimbingan Belajar Ganesha Operation, tempat saya menghabiskan waktu mempersiapkan diri untuk SBMPTN, menghubungi nomor ibuku dan memberitahu bahwa aku diterima di pilihan pertama. Setelah mendengar berita tersebut, aku langsung mengakses laman hasil, setelah sekali error, akhirnya saya melihat sendiri bahwa saya memang lulus di Teknologi Informasi Universitas Sumatra Utara. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang telah Allah berikan pada saya.

Begitulah cerita singkatku mengenai SBMPTN.

Dari pengalamanku, aku dapat mengatakan bahwa tidak perlu mempercayai semua kata orang yang tidak disampaikan oleh pihak penyelenggara SBMPTN. Misalnya, pernyataan bahwa tidak boleh memilih tiga prodi dari universitas yang sama ternyata tidak benar dan memang panitia SBMPTN tidak memberikan pernyataan yang serupa.

Tetaplah fokus dengan syarat-syarat dan ketentuan yang telah disampaikan oleh panitia SBMPTN dan persiapkan diri dengan baik.

Sekian tulisanku kali ini. Bila ada waktu, aku akan menceritakan sedikit tentang pengalamanku sebagai mahasiswa baru.

Bye, fellas.

xo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s